Guru Bersertifikasi Memang Perlu Diuji Ulang

Beberapa waktu yang lalu, kemendikbud merencanakan dilaksanakannya Uji Kompotensi guru yang telah mengantongi Sertifikat Pendidik mulai Juli nanti. “Melalui tes ulang ini kami akan mendapatkan pemetaan kompetensi para guru kita, apakah kualitas mereka akan meningkat atau tidak. Bagi yang tidak lulus tes kami akan adakan pembinaan,” kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidik (BPSDMP dan PMP) Kemendikbud Syawal Gultom di Jakarta, Rabu (30/5) (metrotvnews.com). Menanggapi pernyataan Bapak Syawal tersebut, saya secara pribadi sangat setuju, karena profesionalisme seorang guru haruslah tetap terjaga dan terus dapat ditunjukkan, terlebih mereka yang suda bergelar “Guru Profesional” dengan sertifikat pendidik yang dimiliki. Bahkan kalau menurut saya pribadi, kalau mau ekstrim, bagi mereka yang tidak lulus uji kompetensi, selain diberikan pembinaan, untuk sementara tunjangan yang melekat juga ditunda. Karena sebenarnya tunjangan itu kan diberikan bagi mereka yang tetap profesional, atau menjaga keprosionalismenya. Sehingga mau tidak mau, kita akan berupaya untuk memenuhi standar keprofesionalismean seorang guru kalau tidak mau tunjangan yang melekat ditarik kembali.

Pertentangan yang Berlebihan

Munculnya pertentangan dari sebagian kalangan organisasi guru yang menentang atau tidak sependapat apabila ketika dilakukan uji kompetensi ulang, di antaranya adalah FSGI, Federasi Guru Independen Indonesia (FGII), Forum Musyawarah Guru Jakarta (FMGJ), dan Forum Aksi Guru Indonesia (FAGI) (jurnas.com), menurut saya dapat dimaklumi karena kekhawatiran berimplikasi pada tunjangan yang melekat bagi mereka yang mengantongi sertifikat pendidik, seandainya tidak lulus uji kompetensi ulang.

Namun sebenarnya saya pribadi tidak begitu setuju dengan pelaksanaan uji kompetensi ulang yang direncanakan dilakukan secara online, bahkan di sekolah atau di tempat yang terjangkau. Siapakah yang dapat menjamin bahwa pengerjaan uji kompetensi tersebut dilakukan dengan jujur tanpa melibatkan pihak lain (baca: guru lain).Sejatinya mau melakukan pemetaan akan kualitas kompotensinya, alih-alih tidak mendapatkan data akurat karena ketidakjujuran sangat mungkin terjadi di lapangan.Mengapa hal ini mungkin terjadi, tidak lebih agar peserta uji kompetensi Lulus dan tidak terancam dengan penghentiaan tunjangannya.

Apabila memang pemerintah menghendaki adanya uji kompetensi ulang, alangkah lebih baiknya dilaksanakan di LPTK atau Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota setempat sebagaimana yang peserta sertifikasi 2012 dengan Uji Kompetensi Awal. Sehingga keakuratan data lebih bisa diharapkan bila dibanding dilaksanakan di sekolah masing-masing. Dengan terjadwal secara bergelombang, atau serempak tinggal masalah teknis. Karena tentunya, kita tidak mau sia-sia menghamburkan dana hanya untuk pemetaan kompetensi guru, namun data yang diperoleh tidak akurat.

Konsekuensi yang Tidak Lulus

Apabila telah dilakukan Uji Kompetensi Ulang, sebagian guru tidak dapat memenuhi standar kompetensi keprofesionalisasiannya, selain diadakan pembinaan dan pelatihan ada baiknya juga dihentikan sementara sampai diuji kembali Lulus. Apabila hal ini dilakukan, maka diyakini guru pemegang sertifikat pendidik senantiasa berupaya menjaga dan meningkatkan standar kompetensinya. Pemerintahpun secara berkala melakukan pengawasan terhadap semua pendidik terutama pemegang sertifikat profesional agar tetap profesional karena itu layak mendapatkan tunjangan.

Harapannya, 20% APBN atau setara dengan 30 triliun dialokasikan untuk sektor pendidikan, kualitas pendidikan kita semakin meningkat dan mampu diandalkan sehinga mampu bersaing di kancah global, sementara pendidik dan tenaga kependidikannya juga tetap profesional dan semakin sejahtera.

Advertisements

About rakhmanh

Saya adalah orang kecil yang hidupnya di ndeso, pengin ikut mewarnai dan berdialektika tentang berbagai hal dunia maya
This entry was posted in Pendidikan. Bookmark the permalink.

2 Responses to Guru Bersertifikasi Memang Perlu Diuji Ulang

  1. hackjaya says:

    guru bersertifikasi bikin malas, ngabisin duit rakyat ….

  2. suharsono says:

    sebagian besar yang aku lihat, orang yang udah dapat sertifikasi kok nggak pernah atau jarang membina pada guru yang yunior ya, kemampuan biasa aja nggak gitu menonjol cuman menang masa kerja doang, ngajar ya seperti umumnya ngajar. dapat gaji sertifikasi bukan tuk beli sarana ngajar malah pamer kendaraan, kalao gitu apanya sih yang disertifikasi? nah kalo pemerintah ngadain uji kompetensi sertifikasi bagi yang udah dapat gaji sertifikasi itu bukan lagi setuju, ya amat sangat setuju deh, eh biar beliau beliau itu bermutu, bukan jadul

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s