Gebrakan Menkes: Kondom untuk Remaja

Hangat dalam pemberitaan media atau milis mengenai kebijakan menkes yang baru berupa kemudahan akses kondom bagi remaja yang beresiko. Menkes beralasan bahwa untuk mengurangi tingkat penularan HIV/AIDS dan aborsi di kalangan remaja. Menurut data yang direlease oleh beliau bahwa 2,3 juta remaja melakukan aborsi tiap tahunnya sebagaimana dikutip dari BKKBN (health.detik.com).

Namun menurut saya kebijakan yang diwacanakan oleh menkes justru sangat beresiko dengan semakin meningkatnya seks bebas di kalangan remaja. Justru dengan kebijakan tersebut terkesan secara implisit ingin menyampaikan “silakan para remaja melakukan seks bebas namun agar tidak hamil, pakailah kondom“. Sungguh miris kalau benar-benar kebijakan tersebut direalisasikan, apa jadinya generasi muda bangsa. Bukannya tindakan preventif yang dilakukan agar remaja tidak melakukan pergaulan bebas, misal dengan dilakukan penyuluhan secara massif yang melibatkan berbagai kalangan, agamawan, pihak sekolah dan atau masyarakat, bukan malah terkesan menyatakan pergaulan bebas sudah tidak bisa dielakkan dan bukan hal yang tabu, dan solusinya agar tidak berdampak lebih jauh (menularnya HIV/AIDS atau Aborsi) diberinya kemudahan akses kondom.

Kalau menurut penulis, selain dengan penyuluhan secara massif, juga perlunya undang-undang yang mengatur mengenai hubungan seks bebas yang bukan dilakukan oleh suami istri. Sejauh ini yang kita cermati, pergaulan bebas (baca: seks bebas) baik yang dilakukan oleh remaja atau orang dewasa, apabila dilakukan suka sama suka, tidak ada sanksi hukum positif yang bisa menjeratnya. Apalagi kalau tidak ada yang melaporkan, karena dianggap tidak ada yang dirugikan. Sanksi sosial masyarakat kita pun semakin melemah, kalau kita contohkan perilaku artis AR dan LM 2 tahun yang lalu, yang dikenai sanksi hanya AR, itupun terjerat dengan UU ITE dengan produksi dan penyebarannya. Bukan pada tindakan pergaulan bebasnya, dan belakangan lemahnya sanksi sosial bagi mereka, terlihat dari kembalinya mereka di layar kaca.

Kita berharap, pemerintah dalam hal ini kemenkes membuat kebijakan yang komprehensif, jangan parsial seperti itu, misalnya dengan melibatkan kementrian agama, kemendikbud dan kemkominfo. Sehingga kebijakan tidak menjadi kontradiktif satu sama lain, dan terkesan masyarakat yang menjadi korbannya. Peran orang tua dan pihak sekolah juga perlu ditingkatkan dalam hal pengawasan dan bimbingan seiring dengan semakin maraknya pergaulan remaja.

Advertisements

About rakhmanh

Saya adalah orang kecil yang hidupnya di ndeso, pengin ikut mewarnai dan berdialektika tentang berbagai hal dunia maya
This entry was posted in Sosial Budaya. Bookmark the permalink.

One Response to Gebrakan Menkes: Kondom untuk Remaja

  1. suharsono says:

    Ini apa lagi, remaja kok disuruh pakai kondom. minum cerebrovit ya, biar nggak pelupa. masak keputusan kayak gitu? salah pilihan, anda menanggung dosa anak negeri ini lho, ayo ndang diralat….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s