Orang Tidak Mampu berhak Mendapatkan Akses Pendidikan Berkualitas

Bulan Juni-Juli merupakan bulan-bulan para siswa dan orang tua siswa mencari sekolah dan menyekolahkan anaknya. Melihat pengumuman PPDB, SNMPTN dan juga beberapa seleksi masuk yang diselenggarakan PTN, terlihat ada peningkatan pendaftar yang cukup signifikan. Hal yang sangat positif untuk kita apresiasi karena meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan bagi mereka. Terlebih meningkatnya semangat melanjutkan sekolah untuk mereka dari kalangan yang kurang mampu.

Semestinya memang pihak sekolah dan atau pendidik senantiasa memberikan motivasi akan urgensi pendidikan bagi masyarakat guna meningkatkan taraf hidupnya tanpa ada perilaku diskriminatif. Bahwa akses pendidikan sudah seharusnya menjangkau semua kalangan terutama masyarakat yang tidak mampu. Dan semestinya pula penyelenggara pendidikan baca:sekolah/perguruan tinggi memberi kesempatan yang seluas-luasnya bagi yang tidak mampu. Jangan seolah terkesan secara implisit “jer basuki mowo beo” atau atau muncul pertanyaan “bagaimana mau berkualitas, kalau biayanya murah?”. Kalau demikian adanya, paramater suatu pendidikan hanya diukur dari materi, sekolah/PT tidak lebihnya sebagai lembaga yang komersial.

Perlu diingat negara kita adalah negara yang berkembang, dimana penduduknya juga sebagian besar miskin, maka seyogyanya sekolah berperan mengentaskan kemiskinan dengan mempermudah saluran mobilitas sosial yang murah dan mudah bahkan kalau bisa gratis bagi yang tidak mampu. Sehingga tidak lagi ada kastanisasi pendidikan dan juga komersialisasi pendidikan.

Namun faktanya memang masih sangat banyak pihak sekolah/Perguruan Tinggi kurang berempati terhadap masyarakat yang kurang mampu, kalau tidak ada kebijakan pemerintah mengenai program BOS atau beasiswa kuliah Bidik Misi, niscaya sampai saat  ini pendidikan bagai kalangan miskin walaupun berprestasi menjadi sebuah angan.

Kembali pada antusiasme masyarakat dalam hal ini para siswa dari kalangan yang tidak mampu, namun berkeinginan tinggi untuk sekolah, penulis merasa sangat terharu. Mungkin sudah sangat lama mereka memimpikan bisa sekolah atau kuliah yang selama ini terekesan hanya untuk kalangan menengah atas. Kita berharap semoga pihak sekolah/PT senantiasa terus memiliki rasa empati dan menjembatani masyarakat terutama yang tidak mampu mengenyam pendidikan setinggi-tingginya. Sehingga lingkaran setan kemiskinan tidak lagi terjadi. Sekali lagi kita beri semangat dan dorong mereka untuk terus menggapai asa. Selamat berjuang anak-anak didikku. Semoga kesuksesan bisa kalian dapatkan.

Advertisements

About rakhmanh

Saya adalah orang kecil yang hidupnya di ndeso, pengin ikut mewarnai dan berdialektika tentang berbagai hal dunia maya
This entry was posted in Pendidikan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s